Jalan Pedang : Melukis Semesta

January 18, 2010 at 5:14 pm Leave a comment

Aku ingin melukis semesta. Yang mampu memeluk semua benda angkasa dalam dekap keagungannya. Tapi bagaimana? Benakku sendiri belum memiliki gambaran nyata tentang semesta. Terlalu luas. Ataukah keluasan yang terbayang adalah wujud semesta yang  hakiki?

Apakah matahari bisa mewakilinya? Terang. Cerah berpendar. Hangat dan menghidupkan alam raya. Tapi, bukankah ia hanya bintang kecil dalam gugusan bimasakti? Dan bimasakti sendiri hanya debu dari tebaran galaksi yang jumlahnya terus bertambah?

Harus kumulai dari mana goresanku? Pada pohon yang menjelmakan hutan belantara atau tetes-tetes hujan yang mencipta samudera luas? pada percikan api, gemuruh halilintar, kumpulan angin dan awan, ataukah luasan langit biru?

Ini sebabnya aku menulis. Agar aku hidup dalam perjuangan mewujudkan mimpi melukis semesta. Meski mimpi itu belum terwujud, tetap saja ia kujaga dalam fajar harapan. Sebab masih banyak pegunungan, padang rumput, sahara dan jalan yang belum kulalui. Sampai semesta itu terlukis, cerita ini tetap akan jadi kisah.

*Bermimpilah, dan Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu [arai, sang pemimpi]

Advertisements

Entry filed under: sisi lain lonely_samurai.

Setelah Hujan Sore Itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

January 2010
M T W T F S S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives


%d bloggers like this: