tentang seseorang 3 [sisi lain]

April 13, 2007 at 11:03 am 11 comments

Aku mengenalmu pertengahan tahun 2004 kemarin. Saat itu seingatku fisikmu masih seperti remaja kebanyakan dengan struktur tubuh yang belum terlalu terbentuk. Kekanak-kanakan, ceria, dan just having fun.

2 tahun lebih sejak pertama mengenalmu, sosokmu banyak berubah. Struktur fisikmu tak usahlah kugambarkan. Untuk mencegah imajinasi liar agar tidak berpikir yang tidak sewajarnya. Cukup dua kata untuk mewakili itu semua. ‘Kecantikan sempurna’.Bahkan adikku yang cewek sendiri bilang seperti itu saat melihat gambar dirimu. Kau juga jadi lebih pendiam, dan [ini yang membuatku gembira] kau makin ‘akrab’ dengan buku. Ini kuketahui saat bercerita denganmu di suatu sore.

3 hari yang lalu, kau mengirimkan satu pesan singkat he HP-ku. ‘Kak, ada yang menyatakan perasannya padaku’. Begitu tulismu. Aku tak menanggapinya. Namun sms berikutnya datang dan masih menyampaikan pesan yang sama. ‘Trus, tanggapanmu gimana?’ kubalas sms-mu. ‘Aku bilang kita sahabatan saja’. ‘Kenapa?’ kejarku. ‘Aku takut sama Allah, bukankah hanya orang bodoh yang menukar kesenangan syahwat yang sesaat dengan keabadian surga?’.

Aku tertunduk membaca pesanmu. Malu dengan diri sendiri yang terkadang masih saja bercengkrama dengan dosa. Hujan yang menderas di luar makin menguatkan syukurku bahwa Allah SWT masih memperhatikan diriku dengan menempatkanku di lingkaran orang-orang yang selalu memberikan pencerahan untuk bertahan dalam keteguhan prinsip.

Advertisements

Entry filed under: sisi lain lonely_samurai.

[melihat dari sisi lain] tentang hujan dan terik pencarian [edisi resah]

11 Comments Add your own

  • 1. pyuriko  |  April 14, 2007 at 3:08 am

    Makasih utk tulisan singkat darinya, yg mengatakan “Aku takut sama Allah, bukankah hanya orang bodoh yang menukar kesenangan syahwat yang sesaat dengan keabadian surga?”

    Sprtnya, jadi bahan renungaku saat ini 🙂

    Reply
  • 2. CempLuk  |  April 15, 2007 at 12:45 am

    Mungkin susah jaman skrg, remaja bisa berpikiran spt mas, takut akan dosa dan Allah murka..Spt nya negeri ini senang akan kemaksiatan dan mengumbar sensualitas di dpn publik.dan juga postingan mas mgk bisa mjd bahan renungan saya utk berpikiran spt mas ilham.

    Reply
  • 3. Anonymous  |  April 15, 2007 at 3:03 pm

    hahaha….
    ini bukan hanya renungan tetapi tulisan menohok, tepat menyentuh sisi terdalam dari hati kecil yang sbenarnya menginginkan saat indah itu dijalani dengan halal….

    Reply
  • 4. Anonymous  |  April 15, 2007 at 3:03 pm

    hahaha….
    ini bukan hanya renungan tetapi tulisan menohok, tepat menyentuh sisi terdalam dari hati kecil yang sbenarnya menginginkan saat indah itu dijalani dengan halal….

    Reply
  • 5. deen  |  April 16, 2007 at 3:23 am

    baru tau k’ilo juga jadi konsultan utk hal spt itu.. : peace k’ :, bcanda ja’

    Selain sebagai renungan, juga sebagai reminder bahwa Allah emang paling tau bagaimana menegur hambaNya, hanya mata hati yang terbuka lebarlah, yang sadari tersebut.
    Smoga k’ilo termasuk..:).amin.

    ur sist,
    deen

    Reply
  • 6. deen  |  April 16, 2007 at 3:23 am

    baru tau k’ilo juga jadi konsultan utk hal spt itu.. : peace k’ :, bcanda ja’

    Selain sebagai renungan, juga sebagai reminder bahwa Allah emang paling tau bagaimana menegur hambaNya, hanya mata hati yang terbuka lebarlah, yang sadari tersebut.
    Smoga k’ilo termasuk..:).amin.

    ur sist,
    deen

    Reply
  • 7. Anonymous  |  April 17, 2007 at 7:39 am

    i just say….
    Mantap….!!!

    muhammad naw!r gani

    Reply
  • 8. Muhammad Ilham  |  April 17, 2007 at 9:57 am

    [pyuriko]
    iya, bahkan kalimat itu masih saja terus tercetak di memoriku.

    [cempluk]
    tetap bertahan agar tak larut dalam dominasi syahwat setan, memang tidak mudah. Namun di sana, perjuangan menemukan hakikatnya yang sejati

    [anonymous]
    semoga…! Karena pilihan hiduplah yang membuat tiap manusia berbeda. Bukan potensi diri.

    [deen]
    Amiin… mudah2an semaian kesadaran yang disematkan di relung hati kita semua, tetap terpatri sebagai cahaya hidayah di sisi-Nya, yang akan mengantar jalan terang untuk kembali bejumpa dengan-Nya

    [nawir]
    JazakaLlah bro… kaifa haluk? Rindu pengen aksi lagi bareng antum di keramaian kota makassar. o iya, ahad kemaren tman2 jalan santai dari mandala ke pantai, trus lanjut senam PKS di sana. hehehe, rame 🙂

    Salam,
    ur bro [Muhammad Ilham]

    Reply
  • 9. awan  |  April 24, 2007 at 2:51 pm

    upss….saat baca, ada perasaan aneh….ah tak setiap makna harus “diikat” dengan kata.

    viva untuk yang punya blog !!!!

    teriring cinta karena-Nya

    ^_^V

    Reply
  • 10. Tigger  |  April 28, 2007 at 2:21 am

    Nyaman ya, berada di dalam lingkaran orang yang selalu memberikan pencerahan.. Buat saling mengingatkan..
    Jadi heran sendiri, kenapa masih ada aja orang yang ngerasa gerah kalo diingetin..

    Reply
  • 11. | fad |  |  May 18, 2007 at 8:42 am

    masya Allah ya… kekuatan amal nyata begitu besar 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

April 2007
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives


%d bloggers like this: