[sepenggal fragmen hidup] tentang cinta yang memilih*

March 27, 2007 at 3:30 pm 5 comments

Fragmen 9

Kegelapan dan persimpangan. 2 tikungan sejarah yang selalu menyesatkan banyak karakter manusia. Entah dengan suasana mencekam dan mistis yang diciptakannya, yang membuat kaki salah melangkah, ataukah kebimbangan dalam menentukan arah hidup yang menuntut keputusan cepat namun teliti dan benar. Dan jejak langkahku pun akhirnya membawaku bertemu dengannya. Persimpangan yang gelap. Sejenak, keraguan dan kepanikan mulai merasuki indera sadarku. Namun, kau muncul. Dengan putih cahaya yang menerangi sebuah jalan lurus, meskipun ujungnya tak terlihat dari tempatku berdiri.

Fragmen 10

Kegelapan itu tetap tak menyerah. Serentak, ribuan tangan hitam mengarah ke tubuhku. Masing-masing memegang sesuatu yang berbeda dalam genggamannya. Samar, kujumpai banyak bentuk dan jenis warna serta aroma yang memancar dari sana. Kembali, kepanikan menyergapku. Antara keinginan mengikuti, dan bertahan dalam ambang batas kesadaran yang hampir-hampir merubuhkan jasadku. Kau hanya tersenyum, mengulurkan tangan halusmu sambil mengangguk, mengajakku ikut melangkah dalam benderang cahaya putih yang menyelimutimu.

Fragmen 11

Beragam suara kasar memberenggut dalam kegelapan. Teriakan keras yang menguras energi sisa, membuatku limbung, dan akhirnya terjatuh. Kau tetap tersenyum. Namun ketegasan mulai terlukis di garis wajah dan bening matamu. Dengan ketenangan yang mengagumkan, kau menyeru ke arah kegelapan β€˜biarkan ia memilih dengan hak kebebasannya. Bukankah ia lahir dari rahim ibunya dalam keadaan merdeka?’. Keheningan menjelma.


Sisa tenaga yang tersisa kugunakan untuk merangkak. Perlahan, menyeret tubuhku ke arah jalanan yang masih berkilau dengan putih cahaya yang meneranginya. Senyummu tetap tak berubah. Perlahan, kau mendekatiku. Mengangkat, memapah dan memeluk tubuhku untuk kemudian mensejajarkan langkah kakiku dengan iramamu. Tak ada yang tersisa, selain ketenangan yang menyelimutiku. Damai.

–oOo–


Lalu, bagaimana mungkin kau memintaku mencintaimu secara sederhana, dengan perhatian dan kasih sayang agung yang telah kau ajarkan kepadaku?

*inspired from ‘dia’ yang 2 hari lagi akan MILAD. Cinta ini belum berubah πŸ™‚


Advertisements

Entry filed under: sisi lain tentang cinta.

[sepenggal fragmen hidup] tentang sesuatu yang tercabik* [sepenggal fragmen hidup] tentang universitas kehidupan*

5 Comments Add your own

  • 1. RhoMayda  |  March 27, 2007 at 11:50 pm

    waaaa daleeem… πŸ™‚
    begini nih, cara bertutur kata pada kekasih. sejuk πŸ˜‰ yang mau milad, selamat yaaa…

    Reply
  • 2. deen  |  March 28, 2007 at 4:44 am

    heemm..(sambil ngelus2 dagu), makin penasaran dengan si “DIA” ini

    Reply
  • 3. Anonymous  |  March 28, 2007 at 10:04 am

    akhee….
    jangan terlalu lama memilih…

    muhammad nawir gani

    Reply
  • 4. Anisa  |  March 28, 2007 at 12:03 pm

    Awas nanti kalo kebanyakan milih malah gak dapet lho.. jadi ikut penasaran dengan si *dia*

    Reply
  • 5. Anisa  |  March 28, 2007 at 12:03 pm

    Awas nanti kalo kebanyakan milih malah gak dapet lho.. jadi ikut penasaran dengan si *dia*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

March 2007
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives


%d bloggers like this: