[sepenggal fragmen hidup] tentang srikandi kampus merah

March 25, 2007 at 6:56 am 6 comments

Fragmen 5

Tingkahnya santun. Sejuk dalam balutan jilbab putih lebar dan jaket hijau yang selalu menemani kesehariannya. Tas ransel selalu setia nangkring di pundaknya. Hampir tak pernah kudengar keluhan keluar dari mulutnya yang tak pernah absen dari tilawah harian. Yang ada hanya semangat. Ketajaman analisa dan kepedulian sosialnya, membuat sosoknya tak pernah lepas dari segudang aktivitas. Baris senyum tak pernah hilang dari lekukan bibirnya. Dan yang membuatnya paling unik, adalah ideology yang dipilihnya. Meskipun dia tahu, kelelahan yang akan dia tanggung. Keringat, air mata bahkan darah yang akan mengalir. Namun jawabannya sederhana saja, tiap kali orang-orang menanyakan tentang semua itu, “adakah perjuangan yang tidak menuntut pengorbanan?”

Fragmen 6

Dia tertawa. Selama ini hanya senyumnya saja yang selalu kulihat. Tapi pagi itu, dia benar-benar tertawa. Saat mengetahui bahwa ternyata hari-hari aksi yang kulalui dengan beberapa teman sering dimulai dengan nasi gosong, sepotong tempe dan air putih. “Gimana mau kuat bertahan” katanya. “Selain persiapan maknawiyah dan wacana, jangan pernah melupakan fisik”. Maka rutinitas hariannya bertambah lagi. Membawa makanan ke sekret tempat kami merancang beragam agenda perubahan. Bahkan, malam hari pun selalu ada tambahan supply tenaga. Secangkir kopi hangat dan snack ringan.

Fragmen 7

Jilbab putihnya penuh darah! Ya, beberapa batu nyasar ‘singgah’ di kepalanya yang tiap akhir malam tak pernah alfa sujud di hadapan Sang Kekasih. Masih kuingat tekadnya di akhir rapat, saat mendengar keraguan beberapa rekannya akan aksi yang telah dirancang jauh hari sebelumnya. “perjuangan hanya dilakoni oleh mereka yang memiliki mental pemberani, bukan pengecut. Takut mengambil resiko, lebih baik mati saja!” tegasnya. Dan dia konsisten dengan keyakinannya. Saat tubuhnya dipapah, dia berkata “ini baru sedikit dari beragam resiko perjuangan”. Bahkan di sela-sela darah yang mengalir turun ke wajahnya, lagi-lagi hanya senyum yang mengembang di bibirnya.


“HIDUP, MASIH MENYISAKAN ORANG-ORANG TEGAR DALAM DIRINYA”

Advertisements

Entry filed under: sisi lain tentang cinta.

[sepenggal fragmen hidup] [sepenggal fragmen hidup] tentang sesuatu yang tercabik*

6 Comments Add your own

  • 1. afin yuliani  |  March 26, 2007 at 5:50 am

    siapa sih tuh ilo, kok banyak amat sih fragmennya? hebat banget tuh orang

    Reply
  • 2. deen  |  March 26, 2007 at 9:59 am

    ikut ngekomen komen di atas -> iya yah.. fragmennya nyambung ma fragmen sebelumny lohh..:)

    Reply
  • 3. CempLuk  |  March 26, 2007 at 1:26 pm

    mas lagi mengagumi seseorang kah ?? sepertinya hati mas, sudah tertaut pada nya..^_^ *0kabur0*

    Reply
  • 4. Anonymous  |  March 26, 2007 at 2:08 pm

    sebenarnya rasa cemburu itu ada saat seseorang yang disayangi dari jauh menyayangi yang lain. tetapi biarlah…
    menyayangi berbeda dengan mencintai kan?
    beruntung banget tuh cewek yang disayang oleh seorang mujahid muda

    Reply
  • 5. Muhammad Ilham  |  March 26, 2007 at 4:04 pm

    [mbak afin]
    Hehehe, ga menjurus ke satu orang saja kok mbak. Tapi lebih ke komunitas 🙂 Ntar deh, ketahuan sendiri nantinya saat ‘dia’ MILAD

    [deen]
    Iya kah? Hehehe 😛

    [cempluk]
    Emmm…it’s not about someone only 🙂 tapi lebih pada nilai mas 🙂 Ntar deh ketahuan sendiri pada hari MILAD-nya. Insya Allah 😀

    [anonymous]
    Wah…kalau punya waktu lebih, coba resapi ulang makna tulisan yang ilo buat 🙂 Segala sesuatu, kadang tidak bisa dinilai langsung dari kulit luar. Cobalah, belajar melihat dengan pandangan yang berbeda. Ada banyak jendela, jangan membuka hanya satu saja.
    fragmen hidup penekanannya bukan pada sisi seseorang atau cewek atau siapa-nya, tapi lebih pada nilai sekali lagi nilai. Sama seperti di atas, ntar deh ketahuan sendiri pada saat MILAD-nya 🙂

    Salam,
    your bro [Muhammad Ilham]

    Reply
  • 6. Anisa  |  March 28, 2007 at 12:09 pm

    Semakin banyak fragmen ya, semakin banyak ilmu dan semakin banyak bingung…habis makin gak ngerti aku..hehehhe… mau bertukar tempat sama Safa ya …? gak usah tukar tempat, datang saja biar sama2 bisa main2 sama Safa dan bapaknya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

March 2007
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives


%d bloggers like this: