wanita yang memilih syurga

January 13, 2007 at 4:46 am 6 comments

Kata apakah yang tercipta saat iman telah mendominasi dan bersemi indah di ladang hati? Keajaiban! Tak ada lagi tempat untuk dunia semu yang melenakan bertengger di dahan kesuciannya. Tumbuh kokoh, subur dengan siraman cahaya mahabbah ilaLlah (kecintaan pada Ilahi). Menjulang ke langit harapan dengan puncak kerinduan akan syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Menembus langit bumi, mengetuk pintu langit. Mengucapkan salam kerinduan pada janji Sang Maha Rahman akan kesempatan menatap langsung wajah-Nya yang Maha Indah.

Usianya masih muda. Menurut hitungan kebanyakan kita. Sekitar 22 tahun. Namun ketegaran kata yang menjelma menjadi keputusannya jauh melampaui kedewasaan umurnya. Keteladanan yang dilakoninya, membungkam mulut sejarah para pemuja keindahan fisik. Bahwa tampilan luar bukanlah segalanya. Karena sejatinya, isilah yang menjadi parameter keabadian sejarah dan keagungan hidup.

Maka, ketika disodorkan dihadapannya biodata seorang ikhwan (laki-laki) yang akan datang untuk ta’aruf dan meminang, dengan keikhlasan istikharah, mulutnya berucap ‘IYA! dengan ketegasan. Mungkin kita bisa berkata ‘Ah, kalau masalahnya sekedar itu, apa susahnya sih! Semua orang juga bisa!’. Tapi bagaimana jika ikhwan (laki-laki) yang datang itu umurnya sudah 40-an tahun? Ditambah lagi dengan kondisi fisiknya yang tidak sempurna? Ya, untuk berjalan, ia membutuhkan bantuan tongkat. Sebab kakinya kecil sebelah! Masihkah kita pun akan berkata ‘IYA?’

SubhanaLlah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan wanita tegar nan shalihah. Penerus madrasah generasi shahabiyah terdahulu yang diberkahi Allah SWT. Ketika keluarga yang mengasuhnya sejak kecil meninggikan suara lantaran emosi dunia yang dikangkangi nafsu dengan ucapan ‘Tidak adakah laki-laki normal yang bisa kau dapatkan!’, dengan ketenangan yang mengagumkan, ia hanya berucap ‘saya menikah karena Allah, bukan karena yang lain!’. Ia menerima sang lelaki karena mengetahui akan visi akhiratnya. Yang menyerahkan hati dan cita-citanya semata untuk meraih keridhoan Allah SWT. Maka bagi sang wanita, tidak ada cela untuk menolak pinangan lelaki yang demikian.

Salimul Aqidah (aqidah yang bersih) yang dihamparkannya, mengiringi keyakinannya akan sabda al ma’shum Rasul SAW. ‘Jika datang pinangan seorang lelaki yang baik agamanya, maka terimalah. Sebab jika tidak, maka fitnah besar akan muncul di bumi’. Sungguh, keputusan tegas yang lahir dari lisanmu, wahai saudariku, telah membuat diri malu akan masih seringnya mata ini tertipu gemerlap dunia dengan segala atributnya. Kematangan ideologi yang kau lakonkan menghantam telak ego kemanusiaanku yang tak ada apa-apanya.

Ilahi, bantu diri ini memahami hakikat kehidupan yang sesungguhnya. Karuniai kami dengan pemahaman dan keteguhan iman dan keyakinan, seperti yang telah Engkau karuniakan kepada salah satu saudari kami, yang insya Allah melangsungkan walimahannya tanggal 18 januari 2007. BarakaLlahu laka, wa baraka alaika. Wa jama’a bainakuma fii khair. Semoga, Allah memilihmu sebagai salah satu dari barisan sebaik-baik perhiasan dunia.

Advertisements

Entry filed under: Uncategorized.

Ada yang indah, saat berusaha bertahan dalam kebaikan Bila Hati Rindu Menikah (part 7)

6 Comments Add your own

  • 1. Anisa  |  January 13, 2007 at 12:05 pm

    Tidak ada yang keluar dari mulutku saat membaca, hanya decak kagum yang kurasa dan seandainya itu aku mungkin aku akan katakan tidak…mungkin hatiku masih belum bisa untuk itu…
    Makasih ya untuk vitamin-C (penyejuk kalbu) nya…

    Reply
  • 2. nuni  |  January 15, 2007 at 1:02 am

    siapa atuh yg mo nikah 18 Januari?
    beritany blum nyampe sini tuh… 🙂

    Reply
  • 3. deen  |  January 15, 2007 at 5:53 am

    speechless..:)..Subhanallah..

    Reply
  • 4. afin yuliani  |  January 15, 2007 at 6:15 am

    ya Allah akhirnya ya dik, jadi juga? Aduuuhh selamat ya, akhirnya kerinduan itu terjawab juga, im happy for you stelah berhari-hari lalu ikut membaca keresahanmu

    Reply
  • 5. Muhammad Ilham  |  January 15, 2007 at 6:24 am

    [anisa]
    Makasih kembali ibu, doakan tetap istiqomah

    [nuni]
    Hehehe, tunggu saja undangannya 😀 *sok misterius gitu yak*

    [deen]
    Kalo biodatanya masuk ke deen, gimana… Hayo…hehehe

    [mbak afin]
    waduh, mbak. Bukan ilo mbak yang walimah. Belum kodong, masih tetap nyari-nyari neh 😀 Temanku di PKS yang nikah

    Reply
  • 6. Tigger  |  January 16, 2007 at 2:55 am

    Subhanallah banget…
    gak banyak orang seperti itu.
    Kereeenn…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

January 2007
M T W T F S S
« Dec   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Archives


%d bloggers like this: