Pagi. Selamat Datang Keajaiban

December 15, 2006 at 4:37 am 3 comments

Alam menyimpan banyak pelajaran, yang hadir menyapa hati, menyadarkan diri bagi mereka yang masih berjalan dalam petunjuk cahaya nurani. Menggugah akal akan eksistensi Sang Maha Segalanya. Menghampar indah membentang dalam jalinan keharmonisan dan keserasian yang mengagumkan. Untuk secara refleks menggerakkan indera pengecap bertasbih, Maha Suci Allah Penggenggam Alam Semesta. Suatu bentuk ketundukan jujur yang alami untuk ukuran makhluk yang mendapat tempat terhormat di jajaran semua ciptaan-Nya.

Dengarlah, dengar kicauan burung menyambut pagi. Saat sang surya mulai menampakkan pijarannya. Melesatkan larik-larik sinar di sela dedaunan pohon. Menjelma kokoh ribuan panah kuning keemasan. Bercahaya, meneduhkan beranda jiwa. Memberi gradasi unik, seni tingkat tinggi pada ruang hati yang kerap tertutup kabut ego dan kemarahan.

Melangkahlah keluar. Akan kau dapati kumpulan tetesan air yang mewujud dalam butiran embun. Menggantung indah di ujung dedaunan, memantulkan kilauan mentari. Melukiskan bayangannya dalam kristal bening bersih. Pantulan kesucian yang belum terjamah. Mendekat, dan sentuhlah, rasakan aliran kesejukan menerobos dingin di pori-pori, yang telah hampir mati rasa akibat seringnya bersentuhan dengan hal-hal yang dilarang-Nya. Dalami, alirannya akan melahirkan kekuatan maha dahsyat yang akan menggerakkan otot mencapai level puncak kekuatan kesegaran.

Ikutilah kebeningan pantulannya. Pindahkan ke hatimu yang keras membatu, termakan rutinitas dunia yang menjemukan, menjauhkan pijakan iman dari sanubarimu. Maka engkau akan menjadi manusia utuh kembali dengan kelembutan hati, mengembalikan segala kehormatan yang telah kau sandang sejak awal penciptaan.

Bentangkan kedua tanganmu, rasakan belaian lembut sang angin. Biarkan ia menelusuri semua jasad kasarmu. Ketenangan sentuhannya akan meresap dalam endapan batinmu, mencairkan dosa yang telah berkarat, menghapus buram maksiat yang menghalangi cahaya mulia memancar dari kedua mata dan wajahmu.

Berhentilah sejenak. Di sini. Di pagi hari. Hirup unsur kehidupannya, biarkan menelisik jauh menembus semua ruang dalam paru-parumu. Perlahan, katupkan kedua mata. Resapi dengan nurani semua keagungan yang dihadirkannya. Niscaya, perasaan akan mengirim pesan kepadamu “Dalam pagi, terdapat banyak keajaiban

Maka Nikmat Tuhanmu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan?

Advertisements

Entry filed under: Uncategorized.

Terima Kasih, Cinta. Kulminasi Kesempurnaan Hidup

3 Comments Add your own

  • 1. Tigger  |  December 15, 2006 at 5:32 am

    Subhanallah.. bener banget tuh…
    “Dalam pagi, terdapat banyak keajaiban.”

    Setujuuu…!!!

    Reply
  • 2. insan biasa  |  December 15, 2006 at 9:30 am

    Selamat pagi…
    Pagi adalah awal, awal itu permulaan hm?? Awali segala sesuatu dengan Basmalah, semoga hari2 qta sellu dalam ridho-Nya…Amin

    Reply
  • 3. AngkY-HerWAn-KyrA  |  December 15, 2006 at 11:02 am

    mo ngisi SB lagi eror…selamat datang juga pagi..secerah matahari dan sesuci hati..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

December 2006
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives


%d bloggers like this: