Masihkah kau disana? (edisi resah)

October 2, 2006 at 3:14 am Leave a comment

Mataku mengerjap. Bumi ini masih berotasi seperti dulu. Setia memikul beban berat idealisme perjuangan pemuda kahfi-nya.
Karena ia adalah ibu pertiwi.

Telingaku mendengar. Bisikan anginmasih belum berubah. Mendendangkan nyanyian perlawanan dan harapan.
Karena ia bisikan kebenaran.

Hidungku masih mencium wewangian yang sama. Debu panas dan aroma aspal terpanggang matahari, berbaur dengan keringat dan asap kendaraan. Aroma hidup yang tak sekedar ‘ada’ atau ‘tiada’. Tapi ‘BERMAKNA’
Karena ia adalah aroma perjuangan.

Kulitku masih ‘merasa’ sengatan terik dan dingin udara malam yang ditingkahi rintikan hujan yang belum juga berubah. Sehalus saraf sensorik-motorik pengirim sinyal ‘sakit’ ke sel-sel putih otakku.
Karena ia adalah perlawanan.

LALU APA YANG BERUBAH?

Gumam tanya ini masih memenuhi rongga kepalaku.

PEMUDA…! Kemana sosoknya?

Ah…keresahan itu makin dalam melingkupiku…

Advertisements

Entry filed under: Uncategorized.

Celoteh ringan buat sahabatku (edisi resah) Kontemplasi Hitam-Putih (edisi resah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

October 2006
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives


%d bloggers like this: