tentang "bidadari" [part 1]
March 2, 2009 at 5:32 am 4 comments
Seperti malam itu, waktu adzan isya mulai berkumandang dari menara masjid. Ketika kesal masih menggumpal di satu sisi hati, penat setelah beraktivitas seharian. Dia duduk di sebelah kiriku. Menyandarkan kepalanya di bahuku. Berkata setengah terisak, “bantu saya masuk surga ya…”. Dan segalanya menjadi semakin jelas. Aku memang mencintainya! Cukuplah ia menjadi bidadariku di sini dan di surga kelak. Kabulkan ya Rabb…
Advertisement
Entry filed under: pernikahan. Tags: .

1.
NURFADHILAH NURDIN | March 2, 2009 at 5:59 am
pertamax!!
Subhanallah…
Semoga doanya dikabulkan
Ameeen…^_^
*sbenarnya dak tau mo ngomeng apa, lum ngalamin siy…:p*
2.
cHoki2BeSt | March 25, 2009 at 4:01 pm
“bantu saya masuk surga ya…” patut beta tidak bersanding-sanding lagi hingga ke hari ini..mungkin kerana jalan ke syurga ku pon masih belum sempurna..
tapi indah coretan bahagia diblog kamu ini..harap tidak akan lupa kamu akan kata-kata kamu sendiri hari ini ya..
kerna manusia zaman ini mudah lupa akan janji..harap kamu tidak sebegitu..
3.
cHoki2BeSt | March 25, 2009 at 4:01 pm
“bantu saya masuk surga ya…” patut beta tidak bersanding-sanding lagi hingga ke hari ini..mungkin kerana jalan ke syurga ku pon masih belum sempurna..
tapi indah coretan bahagia diblog kamu ini..harap tidak akan lupa kamu akan kata-kata kamu sendiri hari ini ya..
kerna manusia zaman ini mudah lupa akan janji..harap kamu tidak sebegitu..
4.
mustain | May 7, 2009 at 1:11 am
begitu banyak kejutan yang ditemukan ketika telah menemukan tambatan hati.
semoga kelak kita bertetangga di surga bro.